Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Januari 2009

Layangan beradu Langit

Wewangian musim semi masih tercium, nuasa pergantian musim dari musim dingin ke musim nan hijau ini. Bunga bermekaran di atas hamparan rerumputan nan hijau bagai permadani rusia. Siapa sangka... tahun ini aku tidak merasakan kue-kue khas tahun baru, menyedihkan....
Debar jantung adalah pertanda kehidupanku, selama itu jugalah aku yakin aku masih hidup. i'm so GLAD, i still life, YeS... LAKSANA alunan musik jazz yang juicey, demikianlah hidupku terkesan sendu dan gelap saat ini, tentu ditambah dengan latar malam dan gedung, serta terpencil dari kehidupan luar.
Tidak ada canda tawa, atau teriak-teriakan di hutan. Tidak ada berlari-lari kegirangan seperti saat bermain layangan biru marron beratapkan langit whuzky nan cerah. Aku ingin berteriak, ingin berlari kencang. Bermain snow ball sambil minum orange peco atau bermain IGO dengan lawan yang tangguh dalam permainan biji sewarna yang membingungkan tapi asik.
Ah, mengapa demikian...? Mengapa takdirku begitu aneh? Tidak, tidak, itu bukan takdir, hal ini terjadi karena aku memilih profesiku yang demikian unique, Auditor.

Bila teringat, ini adalah pilihanku. Aku pun menjadi teringat alasan mengapa aku memilih hal tersebut. Alasan yang sama dengan mengapa aku begitu menyukai buah persik, dan memutuskan itu menjadi buah favoriteku hanya dengan memakan satu buah. Alasan yang sama dengan mengapa aku memilih mengabaikan jalan kehidupan orang banyak...

Dengan mengingat hal tersebut lagi, rasanya ada semacam semangat mengalir dengan derasnya memasuki setiap ronga diriku, dari ubun-ubun hingga telapak kaki. Ingatan-ingatan dan janji-janji kepada almarhum sahabat baikku pun turut muncul membuatku sadar kembali, alasanku terus berlari dalam kehidupan yang begitu panjang ini.

Diluar itu semua itu, aku terkadang merenung... auditor, profesiku ini bisa ada karena ketidakpercayaan penguna laporan keuangan pada perusahaaan penyaji laporan keuangan tersebut. Ternyata Trust adalah sesuatu yang nilainya sangat mahal, ya... maka itu tak salah bila Voltaire pernah berkata, "Aku tidak bersedih karena anda membohongi saya, tapi aku bersedih karena tidak bisa mempercayai anda lagi." Trust adalah hal yang sangat menentukan, mengapa Obama dipilih, mengapa Bush dibenci, mengapa orang cenderung pesimis mengenai dunia saat ini. Semua adalah faktor Trust... Tapi tentu saja, trust bisa ada karena faktor lainnya, Trust adalah hasil. Tindakan adalah penyebab. ahahaha... akhirnya kembali ke diri sendiri, ya.
Bila kita menjaga tindakan kita, laksana itu jugalah kita seperti menjaga hal yang amat mahal dan berharga. Mudah sekali bukan? Bicara memang mudah, tapi praktek menjadi amat berbeda..
Ah, dasar dunia yang melelahkan....

Akhirnya rangkaian kata ini hasil berakhir, seperti kata pepatah, tak ada pesta yang tak berakhir. Demikianlah aku undur diri dari perbincangan mono komunikasi ini. Dilain waktu, andai ada kesempatan dan takdir.. Tentu kita akan berjumpa lagi. Percayalah! Jangan menangis karena perpisahan ini..

Rabu, 31 Desember 2008

My Wish for New Year

Ada mitos bahwa pada tahun baru harus ada semangat baru, baju baru, celana baru, mobil baru, rumah baru, anak baru, istri baru dan hal-hal baru lainnya yang masih banyak lagi. Akan tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Pembaca yang budiman tentu tahu, sebenarnya pergantian tahun tidak lebih dari pergantian tahun. Tidak perlu dilakukan secara heboh ataupun sangat heboh. Misalnya pawai di jalan, teriak-teriak, tiup terompet, atau mandi di kali.
Yang terpenting dari tahun baru 2009 ini hanya satu menurut pendapat saya yang tidak sepenuh benar namun bisa jadi benar. Tidak lain tidak bukan adalah "Harapan Baru." Hanya saja, sekali lagi. Bagi saya, harapan baru tidak semestinya hanya muncul setiap tahun baru, tapi juga setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik, setiap milisekon, atau setiap detak jantung kita.
Mengapa aku katakan detak jantung? Karena setiap kali jantung kita berdetak, seharusnya kita masih bersyukur dan memiliki harapan bahwa kita masih hidup sampai saat ini.
Bertambah tahun, bertambah umur. Bagiku, perayaan semacam tahun baru atau ulang tahun tidak jauh berbeda. Semuanya berarti satu hal bagiku, mengingatkanku bahwa waktu hidupku tidak lama lagi. Usia rata-rata manusia sekarang adalah 65 tahun. Dan akan terus berkurang setiap waktunya. Jadi dengan mengunakan rumus kuadrat binominal bisa dikatakan umur efektifku sekitar 55 tahun. Dengan usiaku yang sudah 22 hampir 23. Waktuku yang tersisa tinggal 27 tahunan lagi.
Waktu itu singkat, amat singkat malah. Di usiaku yang sudah hampir seperempat abad ini, aku belum melakukan sesuatu apapun demi orang tuaku, lingkunganku, ataupun negeriku. Terkadang aku merasa masih menjadi seorang bocah yang bersenang-senang saja.
Untuk menentukan harapan ingin apa. Dibutuhkan keambisiuan, masalahnya aku jauh dari tipe yang ambisius karena aku tak tertarik pada hal apapun, selain hidup santai. Dan tanpa perlu melakukan apapun, aku sudah hidup santai. Keberuntunganku terlalu banyak memberikan banyak hal padaku.

Terkadang aku rindu pada temanku, Smith. Yang selalu menarik-narikku untuk melakukan sesuatu, dengan ogah aku melakukan sesuatu. Sering kali, aku merasa hanya melakukan hal sia-sia yang tak berguna maupun tak bernilai bersamanya. Tapi disanalah aku merasa gembira. Berpikir dibawah tekanan, berjuang sambil bermandi peluh keringat, ketakutan sambil terus berusaha, atau mundur dari rencana. Semuanya bukan hal yang bernilai, tapi membuat gembira dan bersemangat.
Dan jujur saja, saat melakukan hal semacam itu. Aku sering sekali mengeluh karena idenya tidak dipikir baik, memaksa aku dan temannya yang lain berjuang keras untuk merampungkan idenya. Hanya pada akhirnya, ide itu rampung juga. Dan aku hanya bisa berkata dalam hati, "Kok bisa, ya?"

Karena itu, harapanku di tahun baru ini. Aku ingin bisa bertemu dengan Smith, melakukan banyak hal bersama. Tentu dengan teman-teman lainnya.

Do something Cool, Together!

...kemudian aku juga ingin bisa menembus Jhana pertama, setidaknya aku juga ingin bisa melihat apa yang dilihat para manusia bijak.
Anyway... Happy New Year!!!

Senin, 29 Desember 2008

Will aka DaoYi

Undangan dengan wangi semerbak bunga mawar datang ke istana kecilku. Pertengahan tahun yang cerah mengiringi libur sekolah yang panjang nan indah. Voltaire pernah berkata "Kehidupan" itu menginsiprasi diriku yang kecil ini untuk mengembangkan kemampuan sampai taraf yang tak terbayangkan oleh khayalan. Lantunan melodi Spring Vivaldi mengiringi keberangkatanku.
Jodoh'kah? Manusia dipertemukan satu sama lain. Takdir'kah? Manusia terpisah satu sama lain. Tanpa mengikuti undangan tersebut, diriku akan selamanya bagai katak dalam tempurung kayu yang lapuk. Di pesta kesaktian tersebut, aku menemukan puluhan orang berbakat dengan keahlian dan kelapukan disetiap bidangnya. Ada yang bagai Dewa tanpa tandingan, namun memiliki obsesi yang berlebihan. Ada yang tak memiliki ambisi, ada yang kehilangan ambisi, ada yang mencari ambisi, bagai tarian latin. Irama pesta tak pernah merendah, canda tawa terkadang dibalut tarik syaraf.

Minggu, 28 Desember 2008

Fyonds, The Strix

Pertengahan tahun 2000 adalah prolognya, mendapat undangan untuk mengikuti pelatihan, tetapi tidak disebutkan pelatihan apa dengan maksud apa. Undangannya pun tak menarik, yang menarik hanya satu kalimat "Untuk calon pemilik tangan midas", itulah alasan aku mengikuti pelatihan tersebut. Singkatnya, setelah prosedur yang panjang dan berbelit-belit, aku mengikuti pelatihan. Sesampai disana, aku diberi waktu senggang jadi aku memilih untuk mencari tempat beristirahat yang sepi. Disana aku bertemu teman pertamaku disana.

Esoknya semua dimulai, pembagian kelompok, pelatihan, dan perujian. aku sekelompok dengan lelaki tersebut, ia dipanggil SeeV. Kemudian berkenalan dengan lelaki jenius Peter, dan manusia yang kreatif sekali DaoYi.

Rabu, 24 Desember 2008

Kesaksian dari Cilegon

Ada suatu tempat dimana anda bisa begitu dekat dengan langit maupun bumi, dan bisa memandang langsung ke lautan luas yang membentang indah dengan senyum dibibir anda. Bukan dunia mimpi, bukan juga khayalan. Orang-orang yang terlalu pesimis akan menganggap sebagai khayalan belaka yang berlebihan.
Tetapi orang bijak akan bertanya, "Dimanakah tempat itu?"
Pertanyaan yang bagus pembaca yang budiman, tempat itu adalah di atas Monomer Ether 1804, Cilegon, Jawa Barat. Secara blak-blakan aku mengatakan itu sebagai salah satu dari 1000 Best Part of My Life. Dan maaf saja, jujur saya katakan, anda menyia-nyiakan seluruh hidup anda bila belum pernah melihat pemandangan tersebut. Mengapa aku mengatakan hal sekeji itu? Itu karena, tempat itu begitu indah dan alami. Sayangnya karena tidak di izinkan membawa kamera saat men-Stock Opname di tempat setengah surga itu. Aku tak bisa sedikitpun memberikan gambaran dari kamera mungilku atas keindahan tempat itu. Sungguh-sungguh maaf.

Kamis, 18 Desember 2008

Tapak Tilas Sukabumi

Hidup terkadang membosankan, tapi saat kita menemukan tempat yang indah. Kita akan sadar bahwa dunia itu begitu indah. Beberapa orang masih mencari tempat itu, tanpa sadar mereka terus mencari padahal tempat itu begitu dekat. Terlebih bagi kita yang hidup di Indonesia, khususnya Jawa Barat. Nama kota itu adalah Sukabumi.
Kota itu terletak 600 meter diatas permukaan laut. Iklim sejuk dengan kualitas udara terbaik di Indonesia. Dengan posisi Coordinates: 6° 55′ 10.56″ S, 106° 55′ 37.92″ E, membuat kota Sukabumi semakin special.
Anda menyukai Gunung atau Laut? Tak masalah, kota itu dekat kedua lokasi itu, Gunung Gede dan Pelabuhan Ratu. Luar biasa bukan?

Minggu, 23 November 2008

BaiZhang, The Best

Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara. Saya bernama lengkap Peter Hanjuan, dan tahun ini (2000) ayah saya meminta saya mengikuti course panjang selama 2bulan. Awalnya saya menolak karena saya pikir ini adalah tindakan yang membuang waktu. Lebih baik saya memperdalam ilmu kedokteran yang hendak saya tekuni dengan otodidak. Tetapi karena beliau terus memaksa, akhirnya saya mengikuti saran beliau. Karena saya tidak ingin mengecewakan orang tua saya.
Langsung 'to the point', saat di course saya beserta 39 orang lainnya dibagi dalam grup-grup yang berisi 4 orang. Dan saya berkumpul dengan grup saya yang sedikit unik. Masing-masing orang di course memiliki kemampuan yang khusus dan unik, tapi rasanya saya mulai menyadari. Course ini berisi orang-orang yang memiliki kemampuan lebih yang luar biasa tapi karena suatu hal kemampuan itu terkunci. Dan mengapa saya berada didalam kumpulan orang-orang menyedihkan ini?

Kamis, 20 November 2008

SeeV Side Story

Namaku Alexander Smith, aku berasal dari keluarga yang cukup berada. Namun karena suatu hal, aku kehilangan kedua orangtuaku. Biarpun demikian aku mewarisi kekayaan yang berlimpah. Dan untungnya aku masih memiliki paman yang baik, karena khawatir aku mengalami shock setelah kehilangan keluarga terdekatku, ia mengirimku ke suatu pelatihan. Kejadian ini sekitar 8 tahun lalu (2000), dan dipelatihan inilah aku bertemu dengan sahabat-sahabat terbaikku.
Suasana tempat ini begitu harmoni, penuh dengan pepohonan dan kicau burung. Setengah surga, begitu pikirku. Kepribadianku yang ceria sebetulnya tidak terlalu tergangu dengan kehilangan yang baru saja menimpaku. Tapi tak masalah, toh ini liburan. Jadi aku tak terlalu merasa risih saat disuruh paman mengikuti pelatihan ini.

Rabu, 19 November 2008

Apa keinginanku?

Banyak orang bertanya kepadaku, "apa keinginanmu?" Secara jujur aku bingung menjawab pertanyaan ini. Karena aku rasanya tidak menginginkan apapun. Sampai sekarang, aku belum pernah melakukan sesuatu yang benar-benar keinginanku sendiri. Aku hidup demi kedua orangtuaku.Aku tidak tertarik melakukan sesuatu pun. Terkadang aku merasa bahwa "aku" ini tidak ada. Tanpa hasrat...
Bila terbebas dari semua ikatanku, aku mungkin akan segera mengambil arah menuju Jhana. Sebab jalan itu mengarah kepada kekosongan. Dan disanalah aku berawal.Mungkin karena itu juga, tindakan dan ucapanku sering bermakna implisit "Lupakan aku".
Apakah kau menangkap maksudku?Tidak, kau tidak mengerti.

Selasa, 14 Oktober 2008

wind et sal volare

...saat ini, aku sedang kehilangan tujuan. semua menjadi sangat membosankan, terutama sejak berpisah dengan teman-temanku. mengapa? aku pun tak tahu, sebab aku tidak pernah kesepian. sekalipun sahabat baikku tidak didekatku, genk Era's yang berpencar, teman smp yang entah kemana semua, teman smu yang entah kemana juga, teman kuliah yang lagi-lagi entah kemana, atau teman kos bj44 yang terlebih lagi entah akan kemana.
kecenderunganku bukan sebagai orang yang pandai bicara, jadi mungkin aku tidak dapat menyampaikan perasaan senangku yang bukan kepalang saat bersama semua temanku. aku hanya cenderung terdiam dan menikmati masa itu, saat semuanya berakhir pun, aku hanya bisa terdiam.
tapi tak peduli mereka ada dimana, mereka selalu di dalam kenanganku...

"waktu akan memakan segalanya, bahkan dirinya sendiri."

apa kau memiliki tujuan hidup? ... hahahaha....rasanya sangat menderita sekali saat ini. persis seperti perbincangan antara Alice dan Cheshire dalam Alice in Wonderland.

She went on. "Would you tell me, please, which way I ought to go from here?"
"That depends a good deal on where you want to get to," said the Cat.
"I don't much care where--" said Alice.
"Then it doesn't matter which way you go," said the Cat.


....benar-benar seperti hidupku saat ini. aku masih belum memutuskan akan mengarah kemana. sejujurnya saat ini, aku hanya hidup demi kedua orang tuaku. hanya itu, karena itu pula. aku tak punya ketertarikan akan apapun.

oleh sebab itu, saat ini aku menyadari tidak ada apa pun yang tertinggal dan tersisa dari hidupku. hidupku kosong, hidupku hampa. tidak ada yang berharap atau mengharapkanku. itu menyenangkan sekaligus menyakitkan. tapi bila aku melepas dualisme itu, aku hanya melihat semua kehidupan itu kosong adanya.
jadi... bila kau ingin memiliki kegembiraan dan penderitaan, kau tidak boleh melepas dualisme. seperti ketika menonton pertandingan bola tanpa memihak satu kubu pun, pertandingan itu akan menjadi hambar. lain jika kau memihak satu kubu, terkadang kau akan gembira sekali, terkadang kau akan kecewa.
ketahui itu, lalu putuskan apa kau akan memilih tetap mengengam dualisme atau melepaskannya. dan dualisme itu luas sekali, bukan hanya pertandingan bola. dualisme mencangkup apapun, rasa, wangi, penglihatan, presepsi, pencerapan, bahkan agama.

Jumat, 10 Oktober 2008

cacatan dari ekspedisi Vance Cart, hilang Jan 1868

Angin, itu deskripsi yang paling mudah untuk mengambarkan keadaan menuju gunung yang terlupakan, KunLun. Cara satu-satu yang diketahui untuk mencapai gunung tersebut adalah dengan menungangi angin. Bukan karena jauh, tapi lebih karena tinggi. Bahkan terselimuti awan tebal.
Gunung itu menyembunyikan diri sejak lama. Tapi terdapat bukti peningalan keberadaan tempat legenda itu. Adalah ingatan semua pendaki angin.
Terdiri tanah, air, api dan tentu saja angin. Dapat dikatakan angin adalah penyebab berpisahnya KunLun dan Bumi. Awan yang menutupi keberadaannya memberikan air tersegar yang mengalir turun. Dari awan ke kunlun, dari kunlun ke bumi.
Keberadaannya melindungi keberadaan setiap rahasia yang perlu disembunyikan.
Lalu apakah rahasia yang disimpan disana?
...

Minggu, 16 Maret 2008

Kisah Sang Maestro Matsushita

Di tahun 1929, pernah terjadi 'depresi ekonomi global'. Wall Street menukik tajam tak terkendali. Surat saham tak lebih nilainya seperti kertas biasa.

Saat itu, General Motor terpaksa mem-PHK separo dari 92.829 karyawannya. Perusahaan besar maupun kecil bangkrut.

Jutaan orang menjadi pengangguran. Jutaan orang kelaparan. Daya beli turun bersama harga dan lowongan pekerjaan.

Malam menjadi gelap gulita. Kepanikan terjadi di mana-mana. Toko yang masih bertahan, menghentikan pembelian dari pabrik karena gudang sudah penuh dengan barang yang tidak terjual.

Saat itu, Konosuke Matsushita yang memproduksi peralatan listrik bermerek National dan Panasonic baru saja merampungkan pabrik dan kantor dengan pinjaman dari Bank Sumitomo.

Kondisi badannya sering sakit-sakitan akibat gizi yang kurang di masa kanak-kanak, ditambah lagi dengan kerja 18 jam sehari, 7 hari seminggu selama 12 tahun merintis usahanya. Hanya semangat hiduplah yang membuatnya masih bernapas.

Dengan punggung bersandar ke tembok rumah, Matsushita mendengarkan laporan tentang kondisi perekonomian yang terus memburuk ketika manajemennya datang menjenguk. Lalu bagaimana tanggapannya ?

"Kurangi produksi separonya, tetapi JANGAN mem-PHK karyawan. Kita akan mengurangi produksi bukan dengan merumahkan pekerja, tetapi dengan meminta mereka untuk bekerja di pabrik hanya setengah hari.

Kita akan terus membayar upah seperti yang mereka terima sekarang, tetapi kita akan menghapus semua hari libur. Kita akan meminta semua pekerja untuk bekerja sebaik mungkin dan berusaha menjual semua barang yang ada di gudang."

Perintah ini bagi anak buahnya sama anehnya dengan depresi ekonomi itu sendiri. Koq bisa terjadi, yah ?

Dalam situasi begitu, sangatlah masuk akal jika perusahaan mem-PHK karyawan demi efisiensi. Namun Matsushita karena keyakinannya pada sang kebajikan sudah mantap, demi kelangsungan hidup anak-istri karyawannya, akhirnya mampu menghasilkan terobosan yang manusiawi pada masa depresi ekonomi tersebut.

Kebajikan Matsushita terhadap karyawannya mendapatkan hasil yang manis 16 tahun kemudian dari karyawan yang pernah ditolongnya. Ia menuai buah kebajikannya sendiri.

Ketika Perang Dunia II berakhir, Jenderal Douglas McArthur yang mengendalikan Jepang, menangkapi semua pengusaha Jepang untuk diadili karena keterlibatan mereka selama perang.

Pada kurun 1930-an, para pengusaha Jepang, termasuk Matsushita, mendapat tekanan rezim militer Jepang saat itu untuk memproduksi senjata dan logistik militer lainnya. Maka Matsushita pun ikut ditangkap.

Sekitar 15.000 pekerja bersama keluarganya membubuhkan tanda tangan petisi pembelaan untuk Matsushita !!! Jenderal McArthur pun tercengang oleh petisi tersebut dan akhirnya membebaskan Matsushita.

Tidak ada pemilik usaha dan pimpinan industri sebelum perang dunia kedua yang diizinkan McArthur kembali ke pekerjaannya kecuali Matsushita.

Demikianlah Matsushita dapat terus memimpin perusahaannya sampai menjadi raksasa elektronik dunia, dan baru pensiun pada tahun 1989 pada usia 94 tahun.

Ketika Matsushita meninggal tahun 1990, bukan cuma para pebisnis yang berduka cita. Presiden Amerika saat itu, George Bush (Senior), pun turut berduka.

Matsushita berhasil membangun dirinya melewati ambang batas pengusaha yang umumnya selalu lapar duit dan haus fulus serta menjadi pribadi yang humanis dan filsuf yang sangat peduli terhadap kemanusiaan.

Bagi Matsushita, uang bukanlah tujuan. Meskipun butuh uang tetapi uang bukanlah segala-galanya. Baginya, uang adalah sarana untuk melakukan kebajikan.

Itu sebabnya, beliau tidak pernah menggigit orang, main curang, atau merebut jatah orang lain. Matsushita yakin bahwa kalau kita tidak jahat dan terus berbuat baik maka kejahatan akan menjauhi kita dan kebaikan akan melindungi kita.

Jumat, 07 Maret 2008

Hukum Menabur dan Menuai

Pada suatu hari seorang pemuda sedang berjalan di tengah hutan, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang, semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok.

Pemuda yang pertama tadi hendak sekuat tenaga memberikan pertolongannya, dengan susah payah pemuda yang terperosok itu dapat di selamatkan. Pemuda yang pertama memapah pemuda yang terperosok ini pulang ke rumahnya.

Ternyata rumah sipemuda kedua sangat bagus, besar, megah, dan mewah...Ayah pemuda ini sangat berterima kasih atas pertolongan yang di berikan kepada anaknya, dan hendak memberikan uang, pemuda yang pertama ini menolak pemberian tersebut. Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesama manusia menolong orang lain yang dalam kesusahan.

Sejak kejadian ini mereka menjalin persahabatan. Pemuda pertama adalah seorang yang miskin, sedangkan pemuda kedua adalah bangsawan yang kaya raya. Si pemuda yang miskin ini mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter, namun ia tidak mempunyai biaya untuk kuliah. Tetapi, ada seorang yang murah hati, yaitu ayah dari pemuda bangsawan itu. Ia memberi beasiswa sampai akhirnya meraih gelar dokter.

Tahukah saudara nama pemuda miskin yang jadi dokter ini? Namanya FLEMING, yang kemudian menemukan obat Penisilin. Si pemuda bangsawan masuk dinas militer dan dalam suatu tugas ke medan perang, ia terluka parah sehingga menyebabkan demam yang sangat tinggi karena infeksi. Pada waktu itu belum ada obat untuk infeksi serupa itu. Para dokter mendengar tentang penisilin penemuan Dr.Fleming dan mereka menyuntik dengan penisilin yang merupakan obat penemuan baru. Apa yang terjadi? berangsur-angsur demam akibat infeksi itu reda dan si pemuda akhirnya sembuh !!

Tahukah saudara siapa nama pemuda itu ? Dia adalah WINSTON CHURCHIL -- PM Inggris yang termasyhur itu.

Dalam kisah ini kita dapat melihat hukum menabur dan menuai. Fleming menabur kebaikan -- Ia menuai kebaikan pula -- cita-citanya terkabul, ia menjadi dokter. Fleming menemukan penisilin yang akhirnya menolong jiwa Churchil.

Tidak sia-sia bukan beasiswa yang diberikan ayah Churchil?

 

Hit Counters
Amazing Counters