Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Agustus 2010

Lantunan Mabuk

tidak berseri, tidak muram
pikiran ini serasa membusur
menyesali akan waktu yang terbuang
untuk salam perpisahan

menulis puisi mabuk
sesal kekal karena tak sampai

memandang dengan bingung dalam payung kertas
dibawah teduhnya langit dengan awan
menyembunyikan cinta

senyum tidak dapat menyembunyikan malam
jawabannya yang mengigit dari kehangatan

bagai melukis diatas kanvas api
menunggu untuk membenci cinta
ingin memeluk detik-detik terakhir

mengapa, sayang?
mati adalah hal yang kulakukan disaat akhir.
mengapa?

Minggu, 20 Juni 2010

tanpa Alasan

sepanjang kabut kekuningan
apakah ada yang cukup menarik
lalu menjadi alasan untuk hidup
untuk 1000 tahun dan lebih

selain tanggung jawab

bila itu sudah selesai peran ini
izinkan, keluar dari perlombaan

apakah ada akhir?
bila ada kapan?

Sabtu, 27 Juni 2009

Sorak Sorai

Hi! Mari melontarkan topi ke udara!!
terlempar dari tangan yang bergembira
untuk membuktikan keberadaannya
menantikan setiap detik penuh kegembiraan
hidup sangatlah menarik
tak terbatas untuk memenuhi rasa gembira

dunia yang kocak
hal yang terbaik untuk berbagi
bahagia dalam kebebasan ini

dunia yang konyol
hal yang terbaik untuk tumbuh
bahagia dalam kebebasan ini

membuka hati
membuka jiwa

lepaskanlah...
lepaskanlah beban di pundak
perhiasan yang tergantung di bibir kita... senyuman

adalah hal yang terbaik untuk berbagi dengan sesama
matahari di dunia ini penuh dengan mulut tersenyum
banyak masa depan indah menunggu kita
untuk bergabung dalam menciptakan
mata yang bersinar kita adalah sang jembatan

Sabtu, 10 Januari 2009

pengelanaan

tanpa kompas dan peta
akan singgah dimanakah?
hanya berusaha keluar
dari tempat ini...

begitu sepi
jalan yang sepi
begitu sendirian
tanpa teman perjalanan
benarkah ini jalan yang benar?

terkadang air mata turun
bersama dengan turunnya hujan
tidak ada yang mengerti
mengapa jalan ini ditempuh
tidak ada yang tahu
jalan apa yang ditempuh
oleh pengelana ini

namun... keraguan lenyap seketika
saat gerbang Jhana terbuka sesaat
merasakan hembusan kebebasan
menyadari kekosongan jiwa
disanalah tempat dimana
bisa berhenti berlari
dan beristirahat
selamanya
...

dalam kebahagiaan
dan kenyataan

Sabtu, 20 Desember 2008

perahu kayu

gelombang menghanyut
membawa rasa dan ingin
kayu rapuh gelandang
bertahan didalamnya
takut berdenyit

berharap segera berlabuh
dan tinggalkan perahu
dataran tak terlihat

mengengam kompas dan peta
tanpa tahu dimana ini

Rabu, 10 Desember 2008

Keberadaan

10:28 PM 12/10/2008

aku terus berlari, demi apa?
sesungguhnya aku pun tak tahu
hanya diberitahu bahwa
aku diciptakan untuk berlari
lucukah? tenggoklah sebelahku

dia terus tidur, demi apa?
sesungguhnya ia pun tak tahu
hanya diberitahu bahwa
ia diciptakan untuk tidur
lucukah? tenggoklah sekelilingnya

bila aku berhenti berlari
aku kehilangan tujuan hidupku
dan aku hanya menemui kekosongan
itulah akhir dari keberadaanku

bila ia berhenti tidur
ia kehilangan tujuan hidupnya
dan ia hanya menemui kekosongan
itulah akhir dari keberadaannya

sedangkan yang lain hidup demi
tersenyum, menangis, cinta, benci,
berusaha, berjuang, berbuat baik,
dan berbagai hal lainnya

baik aku, dia, maupun mereka
hanya menginginkan keberadaan
itu pulalah yang membuat kami
berlari dan tidur
katakanlah kami hidup demi keberadaan
yang terpisah begitu tipis dari kekosongan

Selasa, 02 Desember 2008

Penantian Hujan

Duduk di teras, menanti hujan
Berharap turun hujan yang lembut, indah
Dengan melodi CanonInD dalam hujan

Terlalu mudah untuk berharap
Terlalu mudah mengaibaikan harapan
Disaat diri merasa tak berdaya

Mungkinkah harus mabuk,
baru berani berjuang demi harapan

Menanti hujan harapan
Demi mengisi danau kosong
Bodohkah?

Sebab sungai penuh luapan air,
mengalir disamping danau kosong
Tak maukah berusaha
Tak bisakah berhenti
Berharap kosong

Jumat, 21 November 2008

Cermin Melodi

waltz berpadu dengan salsa
dentuman berbalut irama sayup
pada akhirnya... Sunyi
senyuman takkan luntur
membekas pada melodi yang berlalu
dalam ingatan semua nada bermain

tawa keras yang "melo"
memecah keheningan lantunan lamunan

sudah waktunya musik dan lirik berjumpa
melodi menguap dalam sepi
satu oktaf lebih tinggi

--
Sent from my mobile device

Selasa, 11 November 2008

Matahari

matahari mulai terbenam...
seakan memberitahuku bahwa
jikalau waktuku tiba...

aku juga akan mundur dari kehidupan ini.

namun sebelum cahayanya hilang dibalik gunung.
matahari meninggalkan langit terang bederang penuh warna.

apa yang akan kita tinggalkan kepada dunia untuk diingat?

Selasa, 04 November 2008

Takdirkah

lompatan gansing terlontar
"do it" memaku gendang
tiga kali bulan bersinar
menandakan akhir perjumpaan

selama delapan masa tak tersentuh
mungkin sudah waktunya
melupakan segalanya

"el te" itulah singasana takdir terakhir
yang menyatukan mungkin terakhir
pasti terakhir

tak bisakah rasakah manis

ini dunia delusi
permainan pikiran
yang memainkan pikiran lemah
dan kesepian

berharap akan takdir
dan kisah indah
yang hanya dalam Dongeng Panjang
dan memakan Waktu....

Jumat, 31 Oktober 2008

pengharapan, harapan, dan kenyataan

matahari terbit dari barat ke timur
bisakah membalik kenyataan
mencoba menonton ulang film yang sama
dengan harapan cerita berubah

tulang sudah menjadi tanah
tidak mungkin mengembalikan tanah tersebut
mengertikah?

harapan tidak berada di masa depan
tidak juga di masa lalu
harapan hanya ada SEKARANG!!!

saat nafas masih bersama
sadarkah? bahwa kau bernafas?

masa lalu hanyalah kenangan
ibarat sungai yang menjadi laut
masa depan hanyalah impian
ibarat sungai akan menjadi laut

takdir yang tak dapat dirubah
kecuali pada masa nafas bersama
namun kebodohan akan selalu...
menyembunyikan kenyataan
dan memperlihatkan pengharapan kosong

harapan sejati adalah kenyataan

Selasa, 28 Oktober 2008

tanpa tujuan

11:54 AM 10/28/2008

kemana angin bertiup
tidak ada yang tahu
apakah angin peduli?
kemana ia bertiup?

semua ada disini...
untuk apa terus belari
tidak ada apa pun

sekarang waktu untuk bahagia
karena besok tetap akan menjadi besok
dan kemarin akan tetap menjadi kemarin

tidakkah kamu setuju?

Kamis, 23 Oktober 2008

jantung kesadaran

seruling seremonial pembuka
kendaraan besar begitu memukau
membawa ke jalan yang terlupakan

ajaran para sesepuh yang berkilau
memukau pengembara tak bertujuan
disinilah pengembaraannya dimulai

dari penghancuran dualisme
pertemuan dengan pandangan
pencarian akhir
hingga jalan menuju tanpa "aku"

semuanya merupakan melodi tanpa "melodi"
menghapus keinginan dan impian
meninggalkan kebahagiaan dan kesedihan
melampaui sejarah yang agung

demi bertemu dan menghancurkan Avija
paragon kecantikan yang paling memikat
dan mempesona di seluruh dunia.

Rabu, 15 Oktober 2008

titik nol derajat

menjaga rumah dengan 6 pintu
sekali jetik 65 rentetan
sanggupkah?

tutup dan tutup
lalu tutup dan tutup
kemudian tutuplah

saat arus tenang
tak sejenis pun terseret
maka dingin kan lah

masih hidup kah?

perlukah seember air
atau teriakan melengking

bertanyakah?

Selasa, 14 Oktober 2008

wind et sal volare

...saat ini, aku sedang kehilangan tujuan. semua menjadi sangat membosankan, terutama sejak berpisah dengan teman-temanku. mengapa? aku pun tak tahu, sebab aku tidak pernah kesepian. sekalipun sahabat baikku tidak didekatku, genk Era's yang berpencar, teman smp yang entah kemana semua, teman smu yang entah kemana juga, teman kuliah yang lagi-lagi entah kemana, atau teman kos bj44 yang terlebih lagi entah akan kemana.
kecenderunganku bukan sebagai orang yang pandai bicara, jadi mungkin aku tidak dapat menyampaikan perasaan senangku yang bukan kepalang saat bersama semua temanku. aku hanya cenderung terdiam dan menikmati masa itu, saat semuanya berakhir pun, aku hanya bisa terdiam.
tapi tak peduli mereka ada dimana, mereka selalu di dalam kenanganku...

"waktu akan memakan segalanya, bahkan dirinya sendiri."

apa kau memiliki tujuan hidup? ... hahahaha....rasanya sangat menderita sekali saat ini. persis seperti perbincangan antara Alice dan Cheshire dalam Alice in Wonderland.

She went on. "Would you tell me, please, which way I ought to go from here?"
"That depends a good deal on where you want to get to," said the Cat.
"I don't much care where--" said Alice.
"Then it doesn't matter which way you go," said the Cat.


....benar-benar seperti hidupku saat ini. aku masih belum memutuskan akan mengarah kemana. sejujurnya saat ini, aku hanya hidup demi kedua orang tuaku. hanya itu, karena itu pula. aku tak punya ketertarikan akan apapun.

oleh sebab itu, saat ini aku menyadari tidak ada apa pun yang tertinggal dan tersisa dari hidupku. hidupku kosong, hidupku hampa. tidak ada yang berharap atau mengharapkanku. itu menyenangkan sekaligus menyakitkan. tapi bila aku melepas dualisme itu, aku hanya melihat semua kehidupan itu kosong adanya.
jadi... bila kau ingin memiliki kegembiraan dan penderitaan, kau tidak boleh melepas dualisme. seperti ketika menonton pertandingan bola tanpa memihak satu kubu pun, pertandingan itu akan menjadi hambar. lain jika kau memihak satu kubu, terkadang kau akan gembira sekali, terkadang kau akan kecewa.
ketahui itu, lalu putuskan apa kau akan memilih tetap mengengam dualisme atau melepaskannya. dan dualisme itu luas sekali, bukan hanya pertandingan bola. dualisme mencangkup apapun, rasa, wangi, penglihatan, presepsi, pencerapan, bahkan agama.

Minggu, 12 Oktober 2008

Acrobater

semampu yang tak mampu melakukan apapun
dalam kegelapan tanpa purnama
bagai mentari di malam purnama
tak mengertikah?
MENGERTIKAH?

after end of beginning
can you dare to fear?

begitu bodohnya, tak bisakah melihat kenyataan
ataukah memang sengaja tak mau melihat
ataukah? memang bodoh...
tak bijakkah yang berkata
tak mengertikah yang berkata

bolehkah membenamkan diri dalam tangis
disaat semua sedang tertawa terbahak-bahak
dapatkah seseorang menderita
disaat ia sedang amat bahagia sekali

mengertikah? tidak kau tak mengerti...

do re mi fa sol la si
berhentilah meniru apa yang nyata
berhentilah mengatakan khayalan
imajinasikah kalau begitu
ataukah mimpi

Jumat, 10 Oktober 2008

cacatan dari ekspedisi Vance Cart, hilang Jan 1868

Angin, itu deskripsi yang paling mudah untuk mengambarkan keadaan menuju gunung yang terlupakan, KunLun. Cara satu-satu yang diketahui untuk mencapai gunung tersebut adalah dengan menungangi angin. Bukan karena jauh, tapi lebih karena tinggi. Bahkan terselimuti awan tebal.
Gunung itu menyembunyikan diri sejak lama. Tapi terdapat bukti peningalan keberadaan tempat legenda itu. Adalah ingatan semua pendaki angin.
Terdiri tanah, air, api dan tentu saja angin. Dapat dikatakan angin adalah penyebab berpisahnya KunLun dan Bumi. Awan yang menutupi keberadaannya memberikan air tersegar yang mengalir turun. Dari awan ke kunlun, dari kunlun ke bumi.
Keberadaannya melindungi keberadaan setiap rahasia yang perlu disembunyikan.
Lalu apakah rahasia yang disimpan disana?
...

Kuning, Kekuningan, dan Mentari

Ingatkah, masih mengingatkah
Lentera Kekuningan dengan sinar Kunang-kunang
Menghiasi petang yang kekuningan
Pertemuan Pertama antara 2 pasang bintang

Detak jantung berhamburan
Impian mengelora silih berganti
Awan membuka gerbang mentari nan Kekuningan
Nada-nada saling bersautan bersenda gurau bergembira

sudikah Mentari itu menerangi Langit sepanjang masa?
sudikah?

tak pernah berhenti bertanya
mengenai Sinar, mengenai Arah, mengenai Kau
tidurlah saat malam, saat semua mimpi bergelimpangan
menunggu bangunnya Kau

seperti gurun menanti hujan
seperti kelelawar menanti malam
seperti serigala menunggu bulan
seperti kekasih menunggu pasangannya

begitulah Mentari menanti Sinarnya

Kamis, 09 Oktober 2008

Lontaran Kota Tua

hamparan kristal dan awan
mustika jiwa para pejuang
ingatkah mereka akan tanah kelahiran mereka?
perjuangan pada lautan merah asam
datang dan pergi

ratusan, miliaran kisah muncul
tragedi demi tragedi
tragis dan mengharukan
untaian senyum dan tangis
rangkaian aksara bersumbilah

bersandingnya percikan tanah biru
getaran dari sumber mimpi dan impian dan cita-cita
bernyanyilah, wahai sungai waktu

buih-buih kristal biru dari atas
mengiringi kedatangan malaikat pencuri hati
bagai meminum air garam, haus akan kehangatan
sakitkah ia? jatuh dari singasana
sungai menuju laut
hiasi dengan tawa pilu

kristal demi kristal bertemu, berpapasan, berjalan
dihulu bertemu dan berpisah dihilir
dunia di belakang cermin
keringat berjatuhan dari mata
lelah atas perpisahan

hembusan sinar menganti panggung
penari menari sili berganti
menukar peran menukar irama
kemilau mengelap
berakhir.....
di latar berdebu

ah, harumnya warna kelabu
menipis seiring sapuan tari
terjebak delusi idiot
para peramal masa lalu

Rabu, 08 Oktober 2008

EmerLand

musim berjalan
hujan saat kering
kering saat hujan
daun-daun berguguran

tak ada yang tertinggal
air mata tak memutarkan

angin memeluk gunung
seribu dasa pun mustahil
terus berhembus menuju utara

semilir mengikis karang
dalam legenda, semilir mengkristal
menyatu dengan karang bebatuan
itulah EmerLand, sang saksi-esa
bersatunya angin dengan gunung

karang menyatu dengan karang
itulah gunung, pada kenyataan

daun citrus dan daun baobab
menyatu dalam guguran daun
pada musimnya

 

Hit Counters
Amazing Counters