Senin, 26 Januari 2009

K.I.S.S.

ribuan garis mengambarkan satu arti
dengan singa yang bersemayam di jantungku
pancaran sinar mata holmes menerangi semuanya
berlari dengan senyum tergantung
berupaya demi buah persik

taring yang tajam meramalkan
tarian takdir yang telah ditentukan
sejak awal para pemikir berpikir

berjuanglah
beranilah
dan kendalikan baobei

Sabtu, 24 Januari 2009

What I Want is What I Want

Berikut adalah sebagian hal yang ingin kulakukan:

  • Ingin bikin SIM mobil (entah mengapa belum sempat, dan belum punya mobil)
  • Ingin main internet sepuasnya (entah kenapa belum pernah benar-benar puas)
  • Ingin berpergian mengumpulkan data (entah mengapa, ah sudahlah)
  • Ingin merasakan musim salju dan bermain snow ball dengan gadis-gadis jepang yang kawai
  • Ingin baca buku terutama science, kisah sejarah china klasik, legenda yunani kuno, novel fantasi juga OK
  • Ingin main game yang banyak
  • Ingin belajar fisika, biologi, psikologi, ekonomi, bahasa inggris, bahasa mandarin, bahasa binatang, cold reading, yong chen, tari latin, dansa waltz, ataupun belajar nyanyi
  • Ingin mendapat misi mata-mata
  • Ingin menulis novel
  • Ingin para-sailing
  • Ingin mengemudi
  • Ingin berkemah
  • Ingin mancing
  • Mandi air panas di cipanas, asik juga
  • Ingin pergi ke tanah leluhur suku qiang, di daerah fujin
  • Ingin pergi ke kampung halaman Caesar, Roma. Aku juga ingin ke kota Hannibal, Cartago (di dekat Tunis, ibukota Tunisia yang sekarang)
  • Ingin melihat gerhana matahari (kabarnya sebentar lagi akan gerhana di Indonesia)
  • Ingin tinggal di HangZhou
  • Ingin menulis lagu
  • Ingin menulis puisi
  • Ingin bersantai sambil makan jiao zhi di kedai teh, ngobrol santai bersama sahabat
  • Ingin masuk pelatihan lagi (sudah 2 tahun tidak pergi, rasanya banyak hal yang lupa)
  • Ingin naik pangkat jadi assistant-2
  • Ingin membuka pabrik mainan
  • Ingin membuka restoran berkonsep healthy yang menyajikan makanan sehat dan enak
  • Ingin memiliki anjing yang kayak di film BOLT
  • Ingin mati ( terkadang merasa bosan sekali, terutama setelah teman-teman karibku pindah ke LN semua. menyebalkan sekali mereka)
  • Ingin berkumpul dengan teman-teman karib dan melakukan aktivitas konyol lagi.... (ah, indahnya masa itu)
  • Ingin tidak punya keinginan lagi, kadang-kadang aku merasa keinginanku tuh sangat banyak dan tidak bisa puas. Rasanya enak juga kalau bisa puas. Biarpun aku selalu ngantuk dan tidak bersemangat, sejujurnya aku ini sangat ambisius sekali. hahahaha....
  • Ingin punya pacar, tapi mungkin ketika punya malah ingin single, seperti dulu-dulu.... tapi ga apa dah, kalo cuantik...
  • Ingin berteriak-teriak di gunung terpencil (kalau di kota nanti disangka orang gila)
Meskipun hal yang ingin kulakukan kalau ditulis ada segunung, tapinya sama sekali tidak bisa dilakukan. Kalau bisa sih aku ingin pergi main snow ball. Tampaknya seru sekali, aku kan belum pernah..

Sabtu, 10 Januari 2009

pengelanaan

tanpa kompas dan peta
akan singgah dimanakah?
hanya berusaha keluar
dari tempat ini...

begitu sepi
jalan yang sepi
begitu sendirian
tanpa teman perjalanan
benarkah ini jalan yang benar?

terkadang air mata turun
bersama dengan turunnya hujan
tidak ada yang mengerti
mengapa jalan ini ditempuh
tidak ada yang tahu
jalan apa yang ditempuh
oleh pengelana ini

namun... keraguan lenyap seketika
saat gerbang Jhana terbuka sesaat
merasakan hembusan kebebasan
menyadari kekosongan jiwa
disanalah tempat dimana
bisa berhenti berlari
dan beristirahat
selamanya
...

dalam kebahagiaan
dan kenyataan

Kamis, 01 Januari 2009

Recognition the Land of Eudaimonia

Eight cycle:
Shark
Wold
Eagle
Turtle
Dolphin
Tiger
Phoenix
Dragon

Forth Element:
Fire / Slarn
Water / Unqer
Wind / Strix
Solid / Groth

72 School
12 Continent
10 Main Man of Notes

Rabu, 31 Desember 2008

My Wish for New Year

Ada mitos bahwa pada tahun baru harus ada semangat baru, baju baru, celana baru, mobil baru, rumah baru, anak baru, istri baru dan hal-hal baru lainnya yang masih banyak lagi. Akan tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Pembaca yang budiman tentu tahu, sebenarnya pergantian tahun tidak lebih dari pergantian tahun. Tidak perlu dilakukan secara heboh ataupun sangat heboh. Misalnya pawai di jalan, teriak-teriak, tiup terompet, atau mandi di kali.
Yang terpenting dari tahun baru 2009 ini hanya satu menurut pendapat saya yang tidak sepenuh benar namun bisa jadi benar. Tidak lain tidak bukan adalah "Harapan Baru." Hanya saja, sekali lagi. Bagi saya, harapan baru tidak semestinya hanya muncul setiap tahun baru, tapi juga setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik, setiap milisekon, atau setiap detak jantung kita.
Mengapa aku katakan detak jantung? Karena setiap kali jantung kita berdetak, seharusnya kita masih bersyukur dan memiliki harapan bahwa kita masih hidup sampai saat ini.
Bertambah tahun, bertambah umur. Bagiku, perayaan semacam tahun baru atau ulang tahun tidak jauh berbeda. Semuanya berarti satu hal bagiku, mengingatkanku bahwa waktu hidupku tidak lama lagi. Usia rata-rata manusia sekarang adalah 65 tahun. Dan akan terus berkurang setiap waktunya. Jadi dengan mengunakan rumus kuadrat binominal bisa dikatakan umur efektifku sekitar 55 tahun. Dengan usiaku yang sudah 22 hampir 23. Waktuku yang tersisa tinggal 27 tahunan lagi.
Waktu itu singkat, amat singkat malah. Di usiaku yang sudah hampir seperempat abad ini, aku belum melakukan sesuatu apapun demi orang tuaku, lingkunganku, ataupun negeriku. Terkadang aku merasa masih menjadi seorang bocah yang bersenang-senang saja.
Untuk menentukan harapan ingin apa. Dibutuhkan keambisiuan, masalahnya aku jauh dari tipe yang ambisius karena aku tak tertarik pada hal apapun, selain hidup santai. Dan tanpa perlu melakukan apapun, aku sudah hidup santai. Keberuntunganku terlalu banyak memberikan banyak hal padaku.

Terkadang aku rindu pada temanku, Smith. Yang selalu menarik-narikku untuk melakukan sesuatu, dengan ogah aku melakukan sesuatu. Sering kali, aku merasa hanya melakukan hal sia-sia yang tak berguna maupun tak bernilai bersamanya. Tapi disanalah aku merasa gembira. Berpikir dibawah tekanan, berjuang sambil bermandi peluh keringat, ketakutan sambil terus berusaha, atau mundur dari rencana. Semuanya bukan hal yang bernilai, tapi membuat gembira dan bersemangat.
Dan jujur saja, saat melakukan hal semacam itu. Aku sering sekali mengeluh karena idenya tidak dipikir baik, memaksa aku dan temannya yang lain berjuang keras untuk merampungkan idenya. Hanya pada akhirnya, ide itu rampung juga. Dan aku hanya bisa berkata dalam hati, "Kok bisa, ya?"

Karena itu, harapanku di tahun baru ini. Aku ingin bisa bertemu dengan Smith, melakukan banyak hal bersama. Tentu dengan teman-teman lainnya.

Do something Cool, Together!

...kemudian aku juga ingin bisa menembus Jhana pertama, setidaknya aku juga ingin bisa melihat apa yang dilihat para manusia bijak.
Anyway... Happy New Year!!!

Senin, 29 Desember 2008

Benih dan Buah

Sebagaimana penyebabnya, demikian pula akibatnya. Sebagaimana benihnya, demikian pula buahnya. Sebagaimana tindakannya, demikian pula hasilnya.

Disebidang tanah yang sama, seorang petani menanam dua benih: yang satu benih tebu, yang lain benih neem, tanaman tropis yang sangat pahit. Dua benih di tanah yang sama, mendapat air yang sama, sinar matahari yang sama, udara yang sama. Alam memberi nutrisi yang sama pada keduanya. Lalu dua tanaman kecil muncul dan mulai tumbuh. Apa yang terjadi pada pohon neem? Pohon itu berkemabgn dengan rasa pahit di setiap seratnya, sedangkan tanaman tebu berkembang dengan rasa manis di setiap seratnya. Mengapa alam begitu baik pada yang satu dan begitu kejam pada yang lain?

Tidak, tidak, alam bukan baik dan bukan kejam. Alam bekerja menurut hukum yang sudah pasti. Alam hanya membantu agar sifat benih itu dapat berwujud. Semua nutrisi hanya membantu benih itu untuk mengungkapkan sifatnya yang laten di dalam dirinya. Benih tebu mempunyai sifat manis, karena itu tanamannya pun juga tak bisa lain kecuali manis. Benih neem mempunyai sifat pahit, karena itu tanamannya pun tak bisa lain kecuali pahit. Sebagaimana benihnya, demikian juga buahnya.

Si petani pergi ke pohon neem, membungkuk 3 kali, mengelilinginya 108 kali, dan kemudian mempersembahkan bunga-bungaan, dupa, lilin, buah-buahan dan manisan. Lalu ia mulai berdoa: "Oh, dewa neem, berilah aku buah mangga yang manis. Aku ingin mangga manis!" Kasihan dewa neem itu, karena ia tidak dapat memberinya. Dia tidak punya kuasa untuk memberi mangga manis. Jika seseorang ingin mangga manis, dia harus menanam benih mangga. Dengan demikian dia tak perlu menangis dan memohon bantuan dari siap pun. Buah yang akan dia peroleh tak bisa lain kecuali mangga manis. Sebagai benihnya, demikian juga buahnya.

Sulitnya, kebodohan kita menyebabkan kita selalu sembrono saat menanam benih. Kita terus menerus menanam neem. Tetapi bila sudah tiba waktunya pohon itu berbuah, kita tiba-tiba menjadi waspada dan penuh perhatian. Kita ingin mangga manis. Lalu kita terus menerus menangis dan berdoa serta mengharapkan mangga manis. Hal seperti itu tidak ada gunanya.

from: Neku

Will aka DaoYi

Undangan dengan wangi semerbak bunga mawar datang ke istana kecilku. Pertengahan tahun yang cerah mengiringi libur sekolah yang panjang nan indah. Voltaire pernah berkata "Kehidupan" itu menginsiprasi diriku yang kecil ini untuk mengembangkan kemampuan sampai taraf yang tak terbayangkan oleh khayalan. Lantunan melodi Spring Vivaldi mengiringi keberangkatanku.
Jodoh'kah? Manusia dipertemukan satu sama lain. Takdir'kah? Manusia terpisah satu sama lain. Tanpa mengikuti undangan tersebut, diriku akan selamanya bagai katak dalam tempurung kayu yang lapuk. Di pesta kesaktian tersebut, aku menemukan puluhan orang berbakat dengan keahlian dan kelapukan disetiap bidangnya. Ada yang bagai Dewa tanpa tandingan, namun memiliki obsesi yang berlebihan. Ada yang tak memiliki ambisi, ada yang kehilangan ambisi, ada yang mencari ambisi, bagai tarian latin. Irama pesta tak pernah merendah, canda tawa terkadang dibalut tarik syaraf.

 

Hit Counters
Amazing Counters