Senin, 29 Januari 2007

Masak

bersiaplah
nyalakan kompornya
sekarang masukkan minyaknya
masukan lauknya
goreng sampai matang
itu cara mengoreng

lalu saat pusaran angin
menghempaskan nampan
terasa sejuk atau panas
tidak bertanya

sekarang waktunya makan
apa yang kau pikirkan
nikmati makanannya
lezatkah

sudah selesaikah
sekarang cucilah piringnya
setidaknya memang demikian
dari awal memang demikian

Minggu, 14 Januari 2007

antara dua orang

Untuk menghasilkan sesuatu harus ada seseorang yang rela berkorban

Dan semakin besar hal tersebut, maka jumlah korban pun akan berbanding lurus

Tapi, bukan berarti kita harus mengorbankan diri sendiri, kan?

Ini keputusanku sendiri, jadi kau tak perlu merasa iba ataupun kasihan

Sebaiknya, berduka sajalah untukku, itu sudah cukup...


Kamu selalu saja begitu
bertindak lebih dulu dan mengorbankan diri sendiri


Kau juga begitu, kan?


Kau salah!
Aku selalu berpikir supaya semua orang bisa bertahan hidup!


Begitu...
Supaya semua orang bisa bertahan hidup...



============================

Entah kenapa aku jadi teringat percakapan tersebut...
tapi masalahnya aku tidak ingat kapan pernah terjadi percakapan ini...
antara siapa dengan siapa, kapan dan dimana...

Rabu, 10 Januari 2007

Zaman Peralihan

disana negeri yin
disana negeri zhou
disini jaman peralihan
antara negeri yin dan zhou
pilihlah

mari tersenyum diluar kebohongan
katakan kebenaran
aku berkata
sesungguhnya aku sendirian
sesungguhnya tidak ada sahabat sehati
sesungguhnya aku mencari sahabat sehati
sesungguhnya aku tidak kenal sahabat sehati

lalu aku berkata, sahabatku pernah berkata
ah, itu bohong
kenyataannya adalah pikiranku menciptakan sahabat
dan berkata

lalu aku berkata, guruku memberitahuku
ah, itu bohong
kenyataannya adalah pikiranku menciptakan guru
dan berkata

lalu aku berkata, demikian pengalamanku
ah, itu dusta
sebenarnya pengalaman itu pengalaman pikiran
tidak pernah ada kenyataan dalam diriku
semua yang kukatakan adalah dusta
tapi kulakukan demi menjaga hati tuan dan nyonya

tanpa dusta dan kebohongan
aku disakiti
tanpa dusta dan kebohongan
aku dilecehkan

tapi... aku merindukan kenyataan
karena itu,
biarlah aku disakiti
biarlah aku dilecehkan
asal dalam kenyataan aku hidup

aku melepas semuanya
harga diriku
keinginanku
impianku
dan cita-citaku

dalam dunia titik nol
dimana aliran sungai adalah nyata
dan hembusan nafas adalah kebenaran

dan ingatlah segala yang kukatakan sebelum ini
hanyalah dusta dan kebohongan
dalam topeng para anggota Blts dan kelompok eras

Sabtu, 30 Desember 2006

Mengisi Botol Minyak

Seorang ibu memberi anaknya sebuah botol kosong dan uang sepuluh ribu untuk membeli minyak di toko yang tak jauh dari rumahnya. Anak itu pergi dan membeli minyak sebotol penuh. Tetapi ketika kembali, dia terjatuh dan botol itu pun ikut jatuh. Pada waktu dia mengambilnya, separuh minyak sudah tumpah. Ketika mengetahui botol itu telah separuh kosong, dia pulang ke ibunya dengan menangis, "O... saya kehilangan minyak setengah botol! Saya kehilangan minyak setengah botol." Dia sangat tidak bahagia.

Ibu itu memberi anaknya yang lain sebuah botol dan uang lagi. Anak itu juga membeli minyak sebotol penuh. Dalam perjalanan pulang dia pun terjatuh dan menumpahkan minyaknya. Sekali lagi separuh minyak itu tumpah. Dia memungut botol itu, lalu pulang dengan sangat bahagia. "O... lihat, saya menyelamatkan separuh minyak! Botol tadi jatuh dan sebenarnya dapat saja pecah. Minyaknya tumpah dan sebenarnya bisa saja semuanya tumpah. Tetapi saya telah menyelamatkan separuh minyak!" Keduanya mendatangi ibunya dengan posisi yang sama, dengan botol separuh kosong, separuh penuh. Yang satu menangisi botol yan setengah kosong, yang lain bahagia dengan bagian yang berisi.

Kemudian ibu itu memberi anaknya yang lain sebuah botol dan uang lagi. Dia juga terjatuh dalam perjalanan pulang dan menumpahkan minyaknya. Separuh minyak tumpah. Anak itu memungut botol itu, dan seperti anak ke dua dia mendatangi ibunya dengan sangat bahagia: "Ibu, saya menyelamatkan separuh minyak!" Tetapi anak ini adalah anak Vipassana, yang tidak hanya penuh dengan optimisme tetapi juga dengan realisme. Dia memahami, "Yah, separuh minya memang selamat, tetapi separuhnya hilang." Maka dia berkata kepada ibunya, "Sekarang saya akan pergi ke pasar, bekerja keras sepanjang hari agar mendapatkan lima ribu, dan membeli minyak setengah botol. Sore nanti saya akan memenuhi botol itu." Inilah Vipassana. Tidak ada peisimisme, melainkan sebaliknya: optimisme, realisme, dan "kerja-isme"!

from Neku

Kamis, 30 November 2006

all about colors

Padang Rumput Hijau
Langit Biru
semua tentang warna
Matahari Kuning
Teratai Merah
semua tentang warna
Awan Putih
Angkasa Hitam
semua tentang warna

Dipadang rumput yang hijau
aku menatap langit biru
semua tentang warna
bila aku hanya bisa melihat satu warna
tidak ada padang rumput
tidak ada langit biru
lalu apa yang kulihat

Di tengah terik Matahari yang Kuning
aku mencium wangi teratai Merah
semua tentang warna
bila aku hanya bisa melihat satu warna
apa yang begitu terik
apa yang begitu harum
lalu apa yang kurasakan

Diantara gerombolan Awan Putih
aku menatap angkasa hitam
bila aku hanya bisa melihat satu warna
dimana awan yang bergerombol
dimana angkasa tanpa batas
lalu apa yang kutahu

semua tentang warna
semua tentang perbedaan warna
kalau warna tidak ada beda
bila didunia ini hanya ada satu warna
warna apa yang ku sukai
warna apa yang ku benci

hanya ada satu warna
lalu apa yang membuat dunia
begitu banyak warna

tutup saja mata
terlihat satu warna
lalu tidak ada bedanya bukan
antara langit dan padang rumput
antara teratai dan matahari
antara angkasa dan awan

lalu kenapa dunia ini begitu banyak warna
mari menari diantara kebingungan
antara ya dan tidak
antara suka dan benci
berputar-putar

Jumat, 17 November 2006

pavilion

berputar dalam arus mimpi
jatuh cinta dengan lukisan
rumah yang tak tertidur
aliran listrik menyatukan

biarkan aku menatapmu dari kejauhan
tersenyumlah, lagu klasik amat merdu
memimpikan musim semi dengan bunga
dan deringan hujan di pagi berkabut

aku ini siapa
hanya bisa mendengar angin
mencium wangi tanah

menunggu di pondok legendaris
yang abadi dan koyak oleh waktu
tempat dimana berbagai mimpi
disatukan

100 tahun yang lalu
aku tidak ingat
100 tahun kemudian
aku tidak tahu
aku hanya tahu
100 milisekon sekarang

jawablah aku dengan anggukan
didalam irama dinasti Ming
dan hujan asam

Sabtu, 04 November 2006

Masa Lampau - Masa Kini - Masa Depan (bag 1)

Past-> Now ->Future
               |
       Khayalan

Manusia cenderung
Melupakan masa sekarang,
Terikat akan masa lalu,
Khawatir akan masa depan,
dan berkhayal akan harapan.

Masa Lalu=Past
Beban. Banyak hal indah dan kesalahan terjadi di masa lalu. Membuat manusia ingin mengulang atau memperbaiki masa lalu. Banyak manusia yang terikat oleh masa lalu.

Masa Depan=Future
Inilah fokus manusia masa ini. Mengejar impian dimasa depan. Terus dan terus. Tanpa sadar manusia lupa, dimanakah mereka saat ini. Manusia tak sadar bahwa masa depan akan menjadi masa sekarang. Dan masa itu sulit diramal.

Khayalan menyembatani 3 masa. Ini yang paling rumit juga menyesatkan, kalau tidak bisa mengendalikannya. Dan kebanyakan manusia tidak mampu mengendalikannya.

Khayalan-Masa Lalu
Masa lalu yang kacau maupun yang indah, menyebabkan orang ingin kembali untuk memperbaikinya ataupun mengulangnya. Banyak yang berkata andai..., dan masuklah mereka ke khayalan. Berkhayal akan masalah, berimajinasi masalah itu memeperbaiki masa sekarang juga masa depan.

Khayalan-Masa Depan
Masa depan yang belum terjadi tapi banyak yang berharap atau mengantungkan harapan pada hal ini. Harapan akan kesuksesan, dll. Mereka berkhayal dan terkadang lupa akan masa sekarang.

Khayalan-Masa Sekarang
Andai saat ini... Inilah khayalan masa sekarang. Bila mereka tidak puas dan tidak bisa menikmati masa sekarang inilah yang terjadi. Sungguh menyedihkan, bila kita mengabaikan masa sekarang.

Khayalan-khayalan
Khayalan yang saling menjembatani. Menyebabkan khayalan yang tak terputus. Mengerikan.


*Kemudian?
Memang kenapa kalau berkhayal? Apa salahnya sih?
Ya, tidak ada salahnya. Hanya itu berarti tidak menikmati masa sekarang.

 

Hit Counters
Amazing Counters