rasanya ajaib...
selama ini aku merasa
hanya sekedar menjalani hidup
...tapi saat berada diluar
aku melihat berbagai bentuk
orang yang sejalan
yang tergesa-gesa
bahkan berlari-lari
ada juga yang berselisih jalan
kita semua telah bekerja keras
dan entah bagaimana rasanya menyenangkan
melihat senyum dari semua orang di sepanjang jalan
aku sampai di persimpangan
banyak orang yang ke arah sana
hampir semuanya ke sana
tapi jalanku bukan ke sana
jalanku berada di sisi ini
biarpun sendirian
tak peduli
ini keyakinanku
telah kubuktikan sepanjang hidupku
akan kujalani dengan sepenuh hatiku
kulihat ke depan
ada beberapa teman seperjalanan
aku berlari mengejar mereka
lalu kami bersama-sama menuju
tanah terjanji
Senin, 16 April 2007
sepanjang jalan
Kamis, 15 Februari 2007
SIAP!
SIAP! SIAP! SIAP!
berjalan dari kiri ke kanan
sambil menengok ke kiri dan ke kanan
keren sekali
ahahaha... rasanya ingin tertawa
melihat langit biru di atas ku
besar... luas... tak terbatas... dan...
biru...
sejuk sekali angin yang bertiup
sepoi-sepoi dan lembut...
berasal dari hutan lebat yang...
hijau...
melihat berkali-kali pun
pasti lama-lama bosan
tapi berpisah pun
tak mau
bagai mengengam erat
bola berpaku
dilepas sakit
tak dilepas sakit
tra..la..la..la..
enam orang menari
seperti di karnaval
atau ini memang karnaval
tuan apakah tuan tahu?
apa arti hidup ini?
untuk bergembira
atau... apa?
rasanya semakin lama,
semakin bosan...
Senin, 29 Januari 2007
Masak
bersiaplah
nyalakan kompornya
sekarang masukkan minyaknya
masukan lauknya
goreng sampai matang
itu cara mengoreng
lalu saat pusaran angin
menghempaskan nampan
terasa sejuk atau panas
tidak bertanya
sekarang waktunya makan
apa yang kau pikirkan
nikmati makanannya
lezatkah
sudah selesaikah
sekarang cucilah piringnya
setidaknya memang demikian
dari awal memang demikian
Minggu, 14 Januari 2007
antara dua orang
Untuk menghasilkan sesuatu harus ada seseorang yang rela berkorban
Dan semakin besar hal tersebut, maka jumlah korban pun akan berbanding lurus
Tapi, bukan berarti kita harus mengorbankan diri sendiri, kan?
Ini keputusanku sendiri, jadi kau tak perlu merasa iba ataupun kasihan
Sebaiknya, berduka sajalah untukku, itu sudah cukup...
Kamu selalu saja begitu
bertindak lebih dulu dan mengorbankan diri sendiri
Kau juga begitu, kan?
Kau salah!
Aku selalu berpikir supaya semua orang bisa bertahan hidup!
Begitu...
Supaya semua orang bisa bertahan hidup...
============================
Entah kenapa aku jadi teringat percakapan tersebut...
tapi masalahnya aku tidak ingat kapan pernah terjadi percakapan ini...
antara siapa dengan siapa, kapan dan dimana...
Rabu, 10 Januari 2007
Zaman Peralihan
disana negeri yin
disana negeri zhou
disini jaman peralihan
antara negeri yin dan zhou
pilihlah
mari tersenyum diluar kebohongan
katakan kebenaran
aku berkata
sesungguhnya aku sendirian
sesungguhnya tidak ada sahabat sehati
sesungguhnya aku mencari sahabat sehati
sesungguhnya aku tidak kenal sahabat sehati
lalu aku berkata, sahabatku pernah berkata
ah, itu bohong
kenyataannya adalah pikiranku menciptakan sahabat
dan berkata
lalu aku berkata, guruku memberitahuku
ah, itu bohong
kenyataannya adalah pikiranku menciptakan guru
dan berkata
lalu aku berkata, demikian pengalamanku
ah, itu dusta
sebenarnya pengalaman itu pengalaman pikiran
tidak pernah ada kenyataan dalam diriku
semua yang kukatakan adalah dusta
tapi kulakukan demi menjaga hati tuan dan nyonya
tanpa dusta dan kebohongan
aku disakiti
tanpa dusta dan kebohongan
aku dilecehkan
tapi... aku merindukan kenyataan
karena itu,
biarlah aku disakiti
biarlah aku dilecehkan
asal dalam kenyataan aku hidup
aku melepas semuanya
harga diriku
keinginanku
impianku
dan cita-citaku
dalam dunia titik nol
dimana aliran sungai adalah nyata
dan hembusan nafas adalah kebenaran
dan ingatlah segala yang kukatakan sebelum ini
hanyalah dusta dan kebohongan
dalam topeng para anggota Blts dan kelompok eras
Sabtu, 30 Desember 2006
Mengisi Botol Minyak
Ibu itu memberi anaknya yang lain sebuah botol dan uang lagi. Anak itu juga membeli minyak sebotol penuh. Dalam perjalanan pulang dia pun terjatuh dan menumpahkan minyaknya. Sekali lagi separuh minyak itu tumpah. Dia memungut botol itu, lalu pulang dengan sangat bahagia. "O... lihat, saya menyelamatkan separuh minyak! Botol tadi jatuh dan sebenarnya dapat saja pecah. Minyaknya tumpah dan sebenarnya bisa saja semuanya tumpah. Tetapi saya telah menyelamatkan separuh minyak!" Keduanya mendatangi ibunya dengan posisi yang sama, dengan botol separuh kosong, separuh penuh. Yang satu menangisi botol yan setengah kosong, yang lain bahagia dengan bagian yang berisi.
Kemudian ibu itu memberi anaknya yang lain sebuah botol dan uang lagi. Dia juga terjatuh dalam perjalanan pulang dan menumpahkan minyaknya. Separuh minyak tumpah. Anak itu memungut botol itu, dan seperti anak ke dua dia mendatangi ibunya dengan sangat bahagia: "Ibu, saya menyelamatkan separuh minyak!" Tetapi anak ini adalah anak Vipassana, yang tidak hanya penuh dengan optimisme tetapi juga dengan realisme. Dia memahami, "Yah, separuh minya memang selamat, tetapi separuhnya hilang." Maka dia berkata kepada ibunya, "Sekarang saya akan pergi ke pasar, bekerja keras sepanjang hari agar mendapatkan lima ribu, dan membeli minyak setengah botol. Sore nanti saya akan memenuhi botol itu." Inilah Vipassana. Tidak ada peisimisme, melainkan sebaliknya: optimisme, realisme, dan "kerja-isme"!
from Neku
Kamis, 30 November 2006
all about colors
Padang Rumput Hijau
Langit Biru
semua tentang warna
Matahari Kuning
Teratai Merah
semua tentang warna
Awan Putih
Angkasa Hitam
semua tentang warna
Dipadang rumput yang hijau
aku menatap langit biru
semua tentang warna
bila aku hanya bisa melihat satu warna
tidak ada padang rumput
tidak ada langit biru
lalu apa yang kulihat
Di tengah terik Matahari yang Kuning
aku mencium wangi teratai Merah
semua tentang warna
bila aku hanya bisa melihat satu warna
apa yang begitu terik
apa yang begitu harum
lalu apa yang kurasakan
Diantara gerombolan Awan Putih
aku menatap angkasa hitam
bila aku hanya bisa melihat satu warna
dimana awan yang bergerombol
dimana angkasa tanpa batas
lalu apa yang kutahu
semua tentang warna
semua tentang perbedaan warna
kalau warna tidak ada beda
bila didunia ini hanya ada satu warna
warna apa yang ku sukai
warna apa yang ku benci
hanya ada satu warna
lalu apa yang membuat dunia
begitu banyak warna
tutup saja mata
terlihat satu warna
lalu tidak ada bedanya bukan
antara langit dan padang rumput
antara teratai dan matahari
antara angkasa dan awan
lalu kenapa dunia ini begitu banyak warna
mari menari diantara kebingungan
antara ya dan tidak
antara suka dan benci
berputar-putar
