Selasa, 04 November 2008

Takdirkah

lompatan gansing terlontar
"do it" memaku gendang
tiga kali bulan bersinar
menandakan akhir perjumpaan

selama delapan masa tak tersentuh
mungkin sudah waktunya
melupakan segalanya

"el te" itulah singasana takdir terakhir
yang menyatukan mungkin terakhir
pasti terakhir

tak bisakah rasakah manis

ini dunia delusi
permainan pikiran
yang memainkan pikiran lemah
dan kesepian

berharap akan takdir
dan kisah indah
yang hanya dalam Dongeng Panjang
dan memakan Waktu....

Jumat, 31 Oktober 2008

pengharapan, harapan, dan kenyataan

matahari terbit dari barat ke timur
bisakah membalik kenyataan
mencoba menonton ulang film yang sama
dengan harapan cerita berubah

tulang sudah menjadi tanah
tidak mungkin mengembalikan tanah tersebut
mengertikah?

harapan tidak berada di masa depan
tidak juga di masa lalu
harapan hanya ada SEKARANG!!!

saat nafas masih bersama
sadarkah? bahwa kau bernafas?

masa lalu hanyalah kenangan
ibarat sungai yang menjadi laut
masa depan hanyalah impian
ibarat sungai akan menjadi laut

takdir yang tak dapat dirubah
kecuali pada masa nafas bersama
namun kebodohan akan selalu...
menyembunyikan kenyataan
dan memperlihatkan pengharapan kosong

harapan sejati adalah kenyataan

Selasa, 28 Oktober 2008

tanpa tujuan

11:54 AM 10/28/2008

kemana angin bertiup
tidak ada yang tahu
apakah angin peduli?
kemana ia bertiup?

semua ada disini...
untuk apa terus belari
tidak ada apa pun

sekarang waktu untuk bahagia
karena besok tetap akan menjadi besok
dan kemarin akan tetap menjadi kemarin

tidakkah kamu setuju?

Kamis, 23 Oktober 2008

jantung kesadaran

seruling seremonial pembuka
kendaraan besar begitu memukau
membawa ke jalan yang terlupakan

ajaran para sesepuh yang berkilau
memukau pengembara tak bertujuan
disinilah pengembaraannya dimulai

dari penghancuran dualisme
pertemuan dengan pandangan
pencarian akhir
hingga jalan menuju tanpa "aku"

semuanya merupakan melodi tanpa "melodi"
menghapus keinginan dan impian
meninggalkan kebahagiaan dan kesedihan
melampaui sejarah yang agung

demi bertemu dan menghancurkan Avija
paragon kecantikan yang paling memikat
dan mempesona di seluruh dunia.

Rabu, 22 Oktober 2008

Harapanku...

Lindungilah Keluargaku dari Kesulitan

Ujialah Albert yang menyedihkan ini dengan kesulitan. Jadikanlah dia manusia yang sempurna, atau biarlah dia mati...

Aku ingin menempuh hidup yang berarti. Aku mau menempuhnya, karena aku lahir sebagai manusia.

Rabu, 15 Oktober 2008

titik nol derajat

menjaga rumah dengan 6 pintu
sekali jetik 65 rentetan
sanggupkah?

tutup dan tutup
lalu tutup dan tutup
kemudian tutuplah

saat arus tenang
tak sejenis pun terseret
maka dingin kan lah

masih hidup kah?

perlukah seember air
atau teriakan melengking

bertanyakah?

Selasa, 14 Oktober 2008

wind et sal volare

...saat ini, aku sedang kehilangan tujuan. semua menjadi sangat membosankan, terutama sejak berpisah dengan teman-temanku. mengapa? aku pun tak tahu, sebab aku tidak pernah kesepian. sekalipun sahabat baikku tidak didekatku, genk Era's yang berpencar, teman smp yang entah kemana semua, teman smu yang entah kemana juga, teman kuliah yang lagi-lagi entah kemana, atau teman kos bj44 yang terlebih lagi entah akan kemana.
kecenderunganku bukan sebagai orang yang pandai bicara, jadi mungkin aku tidak dapat menyampaikan perasaan senangku yang bukan kepalang saat bersama semua temanku. aku hanya cenderung terdiam dan menikmati masa itu, saat semuanya berakhir pun, aku hanya bisa terdiam.
tapi tak peduli mereka ada dimana, mereka selalu di dalam kenanganku...

"waktu akan memakan segalanya, bahkan dirinya sendiri."

apa kau memiliki tujuan hidup? ... hahahaha....rasanya sangat menderita sekali saat ini. persis seperti perbincangan antara Alice dan Cheshire dalam Alice in Wonderland.

She went on. "Would you tell me, please, which way I ought to go from here?"
"That depends a good deal on where you want to get to," said the Cat.
"I don't much care where--" said Alice.
"Then it doesn't matter which way you go," said the Cat.


....benar-benar seperti hidupku saat ini. aku masih belum memutuskan akan mengarah kemana. sejujurnya saat ini, aku hanya hidup demi kedua orang tuaku. hanya itu, karena itu pula. aku tak punya ketertarikan akan apapun.

oleh sebab itu, saat ini aku menyadari tidak ada apa pun yang tertinggal dan tersisa dari hidupku. hidupku kosong, hidupku hampa. tidak ada yang berharap atau mengharapkanku. itu menyenangkan sekaligus menyakitkan. tapi bila aku melepas dualisme itu, aku hanya melihat semua kehidupan itu kosong adanya.
jadi... bila kau ingin memiliki kegembiraan dan penderitaan, kau tidak boleh melepas dualisme. seperti ketika menonton pertandingan bola tanpa memihak satu kubu pun, pertandingan itu akan menjadi hambar. lain jika kau memihak satu kubu, terkadang kau akan gembira sekali, terkadang kau akan kecewa.
ketahui itu, lalu putuskan apa kau akan memilih tetap mengengam dualisme atau melepaskannya. dan dualisme itu luas sekali, bukan hanya pertandingan bola. dualisme mencangkup apapun, rasa, wangi, penglihatan, presepsi, pencerapan, bahkan agama.

 

Hit Counters
Amazing Counters