peoni tak menabur
hati ini melembur
kedalam layar kekuningan
disana ingatan dikenang
mungkin rembulan membisu
karena tahu tak mungkin bersama
bagai condor dan pari
hanya ditakdirkan saling melirik
mengapa?
dari kertas kosong
lukisan yang indah
gadis bermata berlian
bergigi mutiara
dengan rambut hitam legam
berkulit sutra
begitu memabukan
bahkan
sang pelukis pun
konon jatuh cinta
mengapa?
Senin, 06 Oktober 2008
melodi biru
Minggu, 17 Agustus 2008
At Wind Divergent
all changes...
everything changes...
peoples changes...
all memory will gone forever.
Sabtu, 02 Agustus 2008
KunLun Shan
KunLun sering disebut sebagai gunung legendaris, konon disana terdapat liang roh dari para orang teratas di dunia. Berbatasan dengan negeri impian Shang-Ri-La. Namun jalan menuju KunLun harus ditempuh bukan dengan menghabiskan tenaga saja, kekuatan mental juga harus kuat. Konon hanya sedikit sekali orang yang bisa mencapai KunLun.
KunLun disini bukanlah himalaya, KunLun yang dimaksud adalah gunung tinggi yang melayang di atas langit. Didalamnya terdapat berbagai binatang dengan kemampuan tinggi. Bahkan ada yang berkata, bila taman eden adalah surga. KunLun adalah Surga teratas, bahkan surga tingkat tujuh pun tidak mampu menandinginya kebesarannya. Hanya sedikit literatur yang membahas KunLun Shan (mengacu pada gunung tertinggi dilangit). Dan kebanyakan berasal dari dinasti Tang, dinasti tertua di China (FengShui, BaKua ditemukan dari dinasti tersebut).
Sangat sedikit orang yang tahun mengenai hal ini. Sebab konon perlu takdir khusus untuk mengetahuinya, dan meyakininya. Apakah anda termasuk?
Minggu, 15 Juni 2008
Kerikil dan Mentega
"Mengapa engkau menangis, hai anak muda?"
"Kemarin ayah saya yang sudah tua meninggal dunia."
"Ya, apa yang bisa dilakukan? Bila dia telah meninggal, menangis tidak dapat membuatnya hidup kembali."
"Ya, hal itu saya paham. Menangis tidak akan membuat ayah saya kembali. Tetapi saya datang kemari dengan satu permohonan. Saya mohon anda melakukan sesuatu untuk ayah saya yang telah meninggal itu."
"Eh? Apa yang dapat saya lakukan untuk ayahmu yang sudah meninggal?"
"Lakukanlah sesuatu, anda adalah orang yang memiliki kekuatan. Anda pasti dapat melakukannya. Semua pendeta, pemohon ampun, dan peminta sedekah toh melakukan segala macam upacara dan ritual untuk membantu yang sudah meninggal. Begitu disini dilakukan ritual, pintu gerbang kerajaan surga akan terbuka. Lalu orang yang sudah meninggal itu diizinkan masuk. Dia memperoleh visa masuk. Sedangkan anda adalah orang yang sangat sakti! Jika anda melakukan ritual untuk ayah saya, beliau tidak akan cuma mendapat visa masuk, beliau akan terjamin bisa tinggal disana selama-lamanya. Beliau akan mendapatkan Green Card! Tolonglah, lakukan sesuatu untuknya!"
Pemuda malang itu amat dipenuhi rasa duka sehingga dia tidak dapat mengikuti argumentasi yang masuk akal. Guruku harus mengunakan cara lain untuk membuatnya paham. Maka beliau berkata: "Baiklah, Pergilah ke pasar dan belilah dua pot dari tanah." Si pemuda sangat gembira karena pikirnya guru telah setuju untuk melakukan ritual untukn ayahnya. Dia berlari ke pasar dan kembali ke dengan dua pot. "Baik," kata guru. "Isilah satu pot dengan mentega." Si pemuda melakukannya. "Isilah satunya dengan kerikil." Ini pun dilakukannya.
"Sekarang tutuplah mulut pot dan segellah dengan baik. Lalu taruh keduanya di kolam sana." Si pemuda melakukannya, dan kedua pot itu tenggelam ke dasar kolam. "Sekarang." kata guru, "ambil satu tongkat yang besar. Hantamlah pot-pot itu sampai pecah." Si pemuda merasa sangat gembira. Pikirnya, guru sedang melakukan suatu ritual untuk ayahnya.
Dengan tongkat seperti nasihat guru, pemuda itu menghantam ke dua pot itu kuat-kuat sampai pecah. Dengan segera, mentega yang diisikan ke dalam satu pot langsung muncul ke permukaaan dan mengapung di air. Kerikil di pot satnya terserak keluar tetapi tetap berada di dasar kolam. Kemudian guru berkata, "Nah, orang muda, sudah kulakukan sampai disini. Sekarang panggilah semua pendeta dan pencipta mukjizat dan suruhlah mereka mulai membaca doa untuk memohon: 'Oh, kerikil, naiklah, naiklah! Oh, mentega, turunlah, turunlah!' Akan saya lihat apa yang akan terjadi"
"Oh, anda pasti bergurau! Bagaimana itu mungkin? Kerikil lebih berat daripada air, jadi pasti tetap berada di dasar. Kerikil tidak dapat muncul ke atas. Itulah hukum alam! Mentega lebih ringan daripada air, jadi pasti tetap berada di permukaan. Mentega tidak dapat turun. Itulah hukum alam!"
"Anak muda, engaku sudah tahu banyak tentang hukum alam, tetapi belum memahami hukum alam ini: jika sepanjang hidupnya ayahmu melakukan perbuatan-perbuatan yang berat seperti kerikil, dia pasti turun; siapa yang bisa menaikkannya? Dan jika semua tindakannya ringan seperti mentenga, dia pasti naik; siapa yang bisa menariknya turun?"
Semakin dini kita memahami hukum alam dan mulai hidup sesuai hukum itu, semakin cepat kita keluar dari penderitaan kita.
Minggu, 16 Maret 2008
Kisah Sang Maestro Matsushita
Di tahun 1929, pernah terjadi 'depresi ekonomi global'. Wall Street menukik tajam tak terkendali. Surat saham tak lebih nilainya seperti kertas biasa.
Saat itu, General Motor terpaksa mem-PHK separo dari 92.829 karyawannya. Perusahaan besar maupun kecil bangkrut.
Jutaan orang menjadi pengangguran. Jutaan orang kelaparan. Daya beli turun bersama harga dan lowongan pekerjaan.
Malam menjadi gelap gulita. Kepanikan terjadi di mana-mana. Toko yang masih bertahan, menghentikan pembelian dari pabrik karena gudang sudah penuh dengan barang yang tidak terjual.
Saat itu, Konosuke Matsushita yang memproduksi peralatan listrik bermerek National dan Panasonic baru saja merampungkan pabrik dan kantor dengan pinjaman dari Bank Sumitomo.
Kondisi badannya sering sakit-sakitan akibat gizi yang kurang di masa kanak-kanak, ditambah lagi dengan kerja 18 jam sehari, 7 hari seminggu selama 12 tahun merintis usahanya. Hanya semangat hiduplah yang membuatnya masih bernapas.
Dengan punggung bersandar ke tembok rumah, Matsushita mendengarkan laporan tentang kondisi perekonomian yang terus memburuk ketika manajemennya datang menjenguk. Lalu bagaimana tanggapannya ?
"Kurangi produksi separonya, tetapi JANGAN mem-PHK karyawan. Kita akan mengurangi produksi bukan dengan merumahkan pekerja, tetapi dengan meminta mereka untuk bekerja di pabrik hanya setengah hari.
Kita akan terus membayar upah seperti yang mereka terima sekarang, tetapi kita akan menghapus semua hari libur. Kita akan meminta semua pekerja untuk bekerja sebaik mungkin dan berusaha menjual semua barang yang ada di gudang."
Perintah ini bagi anak buahnya sama anehnya dengan depresi ekonomi itu sendiri. Koq bisa terjadi, yah ?
Dalam situasi begitu, sangatlah masuk akal jika perusahaan mem-PHK karyawan demi efisiensi. Namun Matsushita karena keyakinannya pada sang kebajikan sudah mantap, demi kelangsungan hidup anak-istri karyawannya, akhirnya mampu menghasilkan terobosan yang manusiawi pada masa depresi ekonomi tersebut.
Kebajikan Matsushita terhadap karyawannya mendapatkan hasil yang manis 16 tahun kemudian dari karyawan yang pernah ditolongnya. Ia menuai buah kebajikannya sendiri.
Ketika Perang Dunia II berakhir, Jenderal Douglas McArthur yang mengendalikan Jepang, menangkapi semua pengusaha Jepang untuk diadili karena keterlibatan mereka selama perang.
Pada kurun 1930-an, para pengusaha Jepang, termasuk Matsushita, mendapat tekanan rezim militer Jepang saat itu untuk memproduksi senjata dan logistik militer lainnya. Maka Matsushita pun ikut ditangkap.
Sekitar 15.000 pekerja bersama keluarganya membubuhkan tanda tangan petisi pembelaan untuk Matsushita !!! Jenderal McArthur pun tercengang oleh petisi tersebut dan akhirnya membebaskan Matsushita.
Tidak ada pemilik usaha dan pimpinan industri sebelum perang dunia kedua yang diizinkan McArthur kembali ke pekerjaannya kecuali Matsushita.
Demikianlah Matsushita dapat terus memimpin perusahaannya sampai menjadi raksasa elektronik dunia, dan baru pensiun pada tahun 1989 pada usia 94 tahun.
Ketika Matsushita meninggal tahun 1990, bukan cuma para pebisnis yang berduka cita. Presiden Amerika saat itu, George Bush (Senior), pun turut berduka.
Matsushita berhasil membangun dirinya melewati ambang batas pengusaha yang umumnya selalu lapar duit dan haus fulus serta menjadi pribadi yang humanis dan filsuf yang sangat peduli terhadap kemanusiaan.
Bagi Matsushita, uang bukanlah tujuan. Meskipun butuh uang tetapi uang bukanlah segala-galanya. Baginya, uang adalah sarana untuk melakukan kebajikan.
Itu sebabnya, beliau tidak pernah menggigit orang, main curang, atau merebut jatah orang lain. Matsushita yakin bahwa kalau kita tidak jahat dan terus berbuat baik maka kejahatan akan menjauhi kita dan kebaikan akan melindungi kita.
Jumat, 07 Maret 2008
Hukum Menabur dan Menuai
Pada suatu hari seorang pemuda sedang berjalan di tengah hutan, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang, semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok.
Pemuda yang pertama tadi hendak sekuat tenaga memberikan pertolongannya, dengan susah payah pemuda yang terperosok itu dapat di selamatkan. Pemuda yang pertama memapah pemuda yang terperosok ini pulang ke rumahnya.
Ternyata rumah sipemuda kedua sangat bagus, besar, megah, dan mewah...Ayah pemuda ini sangat berterima kasih atas pertolongan yang di berikan kepada anaknya, dan hendak memberikan uang, pemuda yang pertama ini menolak pemberian tersebut. Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesama manusia menolong orang lain yang dalam kesusahan.
Sejak kejadian ini mereka menjalin persahabatan. Pemuda pertama adalah seorang yang miskin, sedangkan pemuda kedua adalah bangsawan yang kaya raya. Si pemuda yang miskin ini mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter, namun ia tidak mempunyai biaya untuk kuliah. Tetapi, ada seorang yang murah hati, yaitu ayah dari pemuda bangsawan itu. Ia memberi beasiswa sampai akhirnya meraih gelar dokter.
Tahukah saudara nama pemuda miskin yang jadi dokter ini? Namanya FLEMING, yang kemudian menemukan obat Penisilin. Si pemuda bangsawan masuk dinas militer dan dalam suatu tugas ke medan perang, ia terluka parah sehingga menyebabkan demam yang sangat tinggi karena infeksi. Pada waktu itu belum ada obat untuk infeksi serupa itu. Para dokter mendengar tentang penisilin penemuan Dr.Fleming dan mereka menyuntik dengan penisilin yang merupakan obat penemuan baru. Apa yang terjadi? berangsur-angsur demam akibat infeksi itu reda dan si pemuda akhirnya sembuh !!
Tahukah saudara siapa nama pemuda itu ? Dia adalah WINSTON CHURCHIL -- PM Inggris yang termasyhur itu.
Dalam kisah ini kita dapat melihat hukum menabur dan menuai. Fleming menabur kebaikan -- Ia menuai kebaikan pula -- cita-citanya terkabul, ia menjadi dokter. Fleming menemukan penisilin yang akhirnya menolong jiwa Churchil.
Tidak sia-sia bukan beasiswa yang diberikan ayah Churchil?
Selasa, 15 Januari 2008
dialetika para penglihat masa kini
kayu kusam dengan catatan kuning
tertuang berbagai makna dalam hidup
tanyakan pada burung yang berkicau
makna hidup ini
maka dia akan berkicau
butiran kabut dalam langit nada biru
sembunyikan gelap antariksa
kebenaran hanya terlihat saat malam
lihatlah bintang-bintang penuntun mimpi
betapa mereka mengisahkan kehidupan lampau
oh, raga dibalik cermin
buktikan kami hidup
hilangkan segala ilusi
dalam keheningan atas rasa
cobalah rasa gembira
manis atau asin tak masalah
tapi kisahkan padaku rasanya
bisakah?
