Senin, 08 Oktober 2007

untaian kata

"Apapun yang terjadi selalu lihat ke depan, lihatlah kemungkinan yang ada"
Guru Pertamaku

"Pertama dan Terakhir, ingatlah masa depan berada di depan. Bukan di belakang, karena itu masa lalu tidak bisa dijadikan pegangan. Tetaplah melihat kedepan!"
Mouteki, Guru Ke Empat

"Bisa ga bisa, Harus bisa."
Self

(mungkin akan kutambah lagi, bila kuingat)
(sedikit berubah dari kata-kata aslinya)

Senin, 16 April 2007

sepanjang jalan

rasanya ajaib...
selama ini aku merasa
hanya sekedar menjalani hidup
...tapi saat berada diluar

aku melihat berbagai bentuk
orang yang sejalan
yang tergesa-gesa
bahkan berlari-lari
ada juga yang berselisih jalan

kita semua telah bekerja keras
dan entah bagaimana rasanya menyenangkan
melihat senyum dari semua orang di sepanjang jalan

aku sampai di persimpangan
banyak orang yang ke arah sana
hampir semuanya ke sana
tapi jalanku bukan ke sana

jalanku berada di sisi ini
biarpun sendirian
tak peduli
ini keyakinanku
telah kubuktikan sepanjang hidupku
akan kujalani dengan sepenuh hatiku

kulihat ke depan
ada beberapa teman seperjalanan
aku berlari mengejar mereka
lalu kami bersama-sama menuju
tanah terjanji

Kamis, 15 Februari 2007

SIAP!

SIAP! SIAP! SIAP!
berjalan dari kiri ke kanan
sambil menengok ke kiri dan ke kanan
keren sekali

ahahaha... rasanya ingin tertawa
melihat langit biru di atas ku
besar... luas... tak terbatas... dan...
biru...

sejuk sekali angin yang bertiup
sepoi-sepoi dan lembut...
berasal dari hutan lebat yang...
hijau...

melihat berkali-kali pun
pasti lama-lama bosan
tapi berpisah pun
tak mau

bagai mengengam erat
bola berpaku
dilepas sakit
tak dilepas sakit

tra..la..la..la..
enam orang menari
seperti di karnaval
atau ini memang karnaval

tuan apakah tuan tahu?
apa arti hidup ini?
untuk bergembira
atau... apa?

rasanya semakin lama,
semakin bosan...

Senin, 29 Januari 2007

Masak

bersiaplah
nyalakan kompornya
sekarang masukkan minyaknya
masukan lauknya
goreng sampai matang
itu cara mengoreng

lalu saat pusaran angin
menghempaskan nampan
terasa sejuk atau panas
tidak bertanya

sekarang waktunya makan
apa yang kau pikirkan
nikmati makanannya
lezatkah

sudah selesaikah
sekarang cucilah piringnya
setidaknya memang demikian
dari awal memang demikian

Minggu, 14 Januari 2007

antara dua orang

Untuk menghasilkan sesuatu harus ada seseorang yang rela berkorban

Dan semakin besar hal tersebut, maka jumlah korban pun akan berbanding lurus

Tapi, bukan berarti kita harus mengorbankan diri sendiri, kan?

Ini keputusanku sendiri, jadi kau tak perlu merasa iba ataupun kasihan

Sebaiknya, berduka sajalah untukku, itu sudah cukup...


Kamu selalu saja begitu
bertindak lebih dulu dan mengorbankan diri sendiri


Kau juga begitu, kan?


Kau salah!
Aku selalu berpikir supaya semua orang bisa bertahan hidup!


Begitu...
Supaya semua orang bisa bertahan hidup...



============================

Entah kenapa aku jadi teringat percakapan tersebut...
tapi masalahnya aku tidak ingat kapan pernah terjadi percakapan ini...
antara siapa dengan siapa, kapan dan dimana...

Rabu, 10 Januari 2007

Zaman Peralihan

disana negeri yin
disana negeri zhou
disini jaman peralihan
antara negeri yin dan zhou
pilihlah

mari tersenyum diluar kebohongan
katakan kebenaran
aku berkata
sesungguhnya aku sendirian
sesungguhnya tidak ada sahabat sehati
sesungguhnya aku mencari sahabat sehati
sesungguhnya aku tidak kenal sahabat sehati

lalu aku berkata, sahabatku pernah berkata
ah, itu bohong
kenyataannya adalah pikiranku menciptakan sahabat
dan berkata

lalu aku berkata, guruku memberitahuku
ah, itu bohong
kenyataannya adalah pikiranku menciptakan guru
dan berkata

lalu aku berkata, demikian pengalamanku
ah, itu dusta
sebenarnya pengalaman itu pengalaman pikiran
tidak pernah ada kenyataan dalam diriku
semua yang kukatakan adalah dusta
tapi kulakukan demi menjaga hati tuan dan nyonya

tanpa dusta dan kebohongan
aku disakiti
tanpa dusta dan kebohongan
aku dilecehkan

tapi... aku merindukan kenyataan
karena itu,
biarlah aku disakiti
biarlah aku dilecehkan
asal dalam kenyataan aku hidup

aku melepas semuanya
harga diriku
keinginanku
impianku
dan cita-citaku

dalam dunia titik nol
dimana aliran sungai adalah nyata
dan hembusan nafas adalah kebenaran

dan ingatlah segala yang kukatakan sebelum ini
hanyalah dusta dan kebohongan
dalam topeng para anggota Blts dan kelompok eras

Sabtu, 30 Desember 2006

Mengisi Botol Minyak

Seorang ibu memberi anaknya sebuah botol kosong dan uang sepuluh ribu untuk membeli minyak di toko yang tak jauh dari rumahnya. Anak itu pergi dan membeli minyak sebotol penuh. Tetapi ketika kembali, dia terjatuh dan botol itu pun ikut jatuh. Pada waktu dia mengambilnya, separuh minyak sudah tumpah. Ketika mengetahui botol itu telah separuh kosong, dia pulang ke ibunya dengan menangis, "O... saya kehilangan minyak setengah botol! Saya kehilangan minyak setengah botol." Dia sangat tidak bahagia.

Ibu itu memberi anaknya yang lain sebuah botol dan uang lagi. Anak itu juga membeli minyak sebotol penuh. Dalam perjalanan pulang dia pun terjatuh dan menumpahkan minyaknya. Sekali lagi separuh minyak itu tumpah. Dia memungut botol itu, lalu pulang dengan sangat bahagia. "O... lihat, saya menyelamatkan separuh minyak! Botol tadi jatuh dan sebenarnya dapat saja pecah. Minyaknya tumpah dan sebenarnya bisa saja semuanya tumpah. Tetapi saya telah menyelamatkan separuh minyak!" Keduanya mendatangi ibunya dengan posisi yang sama, dengan botol separuh kosong, separuh penuh. Yang satu menangisi botol yan setengah kosong, yang lain bahagia dengan bagian yang berisi.

Kemudian ibu itu memberi anaknya yang lain sebuah botol dan uang lagi. Dia juga terjatuh dalam perjalanan pulang dan menumpahkan minyaknya. Separuh minyak tumpah. Anak itu memungut botol itu, dan seperti anak ke dua dia mendatangi ibunya dengan sangat bahagia: "Ibu, saya menyelamatkan separuh minyak!" Tetapi anak ini adalah anak Vipassana, yang tidak hanya penuh dengan optimisme tetapi juga dengan realisme. Dia memahami, "Yah, separuh minya memang selamat, tetapi separuhnya hilang." Maka dia berkata kepada ibunya, "Sekarang saya akan pergi ke pasar, bekerja keras sepanjang hari agar mendapatkan lima ribu, dan membeli minyak setengah botol. Sore nanti saya akan memenuhi botol itu." Inilah Vipassana. Tidak ada peisimisme, melainkan sebaliknya: optimisme, realisme, dan "kerja-isme"!

from Neku

 

Hit Counters
Amazing Counters